Indonesia 24jam.my.id| Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat upaya penanganan banjir perkotaan dengan melakukan penyisiran terhadap sejumlah titik yang selama ini diduga menjadi penyebab utama terjadinya genangan di wilayah kota. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari target besar Pemkab Bojonegoro untuk mewujudkan kawasan perkotaan yang lebih aman dan bebas banjir pada tahun 2026.
Pada Selasa, 5 Mei 2026, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama tim gabungan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sidak tersebut difokuskan pada pengecekan saluran drainase, jalur aliran air, hingga beberapa titik infrastruktur yang dinilai menjadi hambatan utama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah kota.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKP Cipta Karya), serta Bappeda melakukan identifikasi langsung terhadap berbagai persoalan teknis yang selama ini memicu terjadinya banjir dan genangan air.
Berdasarkan hasil penyisiran awal di lapangan, persoalan banjir di wilayah kota Bojonegoro disebut tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya intensitas hujan, melainkan juga dipengaruhi sejumlah kendala teknis pada sistem drainase dan infrastruktur penunjang yang belum berfungsi optimal.
Beberapa titik ditemukan mengalami penyempitan saluran, sedimentasi, hingga hambatan aliran air akibat sistem drainase yang kurang maksimal. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga memicu genangan di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga.
Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk segera menyelesaikan persoalan banjir perkotaan melalui langkah-langkah teknis yang terukur dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga terus melakukan evaluasi menyeluruh agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, melainkan mampu menjadi solusi jangka panjang.
Selain melakukan pemetaan titik rawan banjir, Pemkab Bojonegoro juga disebut tengah menyiapkan skema penanganan terpadu, mulai dari normalisasi saluran air, pembenahan drainase kota, peningkatan kapasitas aliran, hingga sinkronisasi pembangunan antarwilayah agar sistem pengendalian banjir berjalan lebih efektif.
Langkah sidak lapangan ini mendapat perhatian masyarakat karena banjir perkotaan selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi persoalan saat hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu cukup lama. Warga berharap penanganan yang dilakukan pemerintah daerah benar-benar mampu mengurangi bahkan menghilangkan genangan di sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan banjir.
Pemkab Bojonegoro sendiri memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan lintas instansi terkait. Pemerintah berharap sinergi antar OPD dan dukungan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sistem drainase kota yang lebih baik, sehingga target penanganan banjir perkotaan dapat tercapai sesuai rencana.
Sumber: Tim