Indobesia24jam.my.id/Morotai' Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Maluku Utara di Kabupaten Pulau Morotai tidak hanya menjadi ajang pembinaan prestasi olahraga pelajar, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Aktivitas ekonomi mulai terlihat di sejumlah titik penyelenggaraan POPDA. Sejumlah pelaku UMKM telah membuka lapak di kawasan depan Dinas Pariwisata Pulau Morotai, sementara pelaku usaha lainnya terus berkoordinasi dengan panitia untuk mendapatkan lokasi berjualan di sekitar Lapangan Bangsaha yang menjadi salah satu pusat kegiatan.
Ketua Panitia Daerah POPDA XII Maluku Utara, Muhammad Umar Ali, mengatakan momentum penyelenggaraan event olahraga tingkat provinsi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pemasaran produk lokal.
Menurutnya, ribuan atlet, ofisial, pendamping, dan tamu yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara merupakan peluang besar bagi pelaku UMKM dalam memasarkan berbagai produk unggulan daerah.
“Penyelenggaraan POPDA bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian melalui sektor UMKM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyebaran venue pertandingan di sejumlah lokasi, seperti Lapangan Desa Dehegila, Lapangan Sabatai Tua, Lapangan Bangsaha, Pusat Kuliner Gotalamo, Taman Kota, Islamic Center, hingga Gedung Oikumene, diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Selain mendorong pelaku usaha memanfaatkan peluang tersebut, Muhammad Umar Ali juga meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk menata kawasan pusat kuliner serta pusat kerajinan yang akan menjadi etalase produk unggulan dari 88 desa di Kabupaten Pulau Morotai.
Menurutnya, keberadaan pusat kuliner dan sentra kerajinan menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan berbagai produk lokal kepada atlet, ofisial, maupun tamu yang hadir selama berlangsungnya POPDA XII Maluku Utara.
Tak hanya itu, Disperindagkop juga diminta melakukan pembinaan terhadap para pemilik rumah makan dan warung makan agar memasang daftar menu beserta harga secara jelas dan terbuka kepada konsumen.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian harga kepada para tamu sekaligus menjaga kepercayaan dan citra positif Kabupaten Pulau Morotai sebagai tuan rumah penyelenggara POPDA XII Maluku Utara.
“Transparansi harga sangat penting agar seluruh tamu merasa nyaman selama berada di Pulau Morotai. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga nama baik daerah sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional,” tegasnya.
Panitia berharap pelaksanaan POPDA XII Maluku Utara tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan olahraga dan prestasi atlet, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas promosi produk UMKM, serta memperkenalkan potensi unggulan Pulau Morotai kepada masyarakat dari seluruh Maluku Utara.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, panitia, dan pelaku UMKM, POPDA XII diharapkan meninggalkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Morotai setelah seluruh rangkaian kegiatan olahraga berakhir.
sumber: humas
Tags:
pemerintahan