Breaking News
Indonesi24jam. my. id - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Diduga Mengalami keganjalan, Seleksi Paskibraka Morotai Peserta yang Lulus Seluruh Tahapan Dicoret Saat Rapat Akhir

Indonesia24jam.my.id_Morotai – Proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pulau Morotai yang diselenggarakan Kesbangpol Pulau Morotai menuai dugaan ketidaktransparanan. Seorang peserta dari SMA Negri, asal Desa Gotalamo, Komplek Tana Tingi, Bunga, diduga dicoret pada rapat akhir penentuan kelulusan, meski disebut telah memenuhi seluruh indikator penilaian yang ditetapkan tim seleksi.

Informasi tersebut disampaikan Kakak Bunga, kakak peserta yang gagal lolos. Ia mengaku keluarganya mempertanyakan keputusan tim seleksi karena selama kurang lebih dua bulan adiknya mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dan seleksi. Ketidakhadiran hanya terjadi tiga kali karena menjalani pengobatan di Sofifi dan telah disertai izin kepada panitia.

Menurut kaka bunga, sekitar dua bulan sebelum pengumuman resmi, salah seorang pelatih telah menyampaikan bahwa nama adiknya masuk dalam daftar peserta yang diproyeksikan lolos. Bahkan setelah seluruh tahapan seleksi selesai, pelatih kembali menyampaikan bahwa status adiknya sudah aman dan hanya tinggal menunggu pengumuman.

"Adik saya memang sempat sakit dan hanya tiga kali izin latihan untuk berobat. Setelah itu dia sudah sehat dan kembali mengikuti semua kegiatan. Karena itu kami sangat kaget ketika hasil diumumkan, ternyata namanya tidak ada, saya tidak memaksakan bahawa adik saya harus di loloskan namun saya mau harus ada transparansi, agar kedepan tidak ada lagi keganjalan seperti ini, ujar Kakak Bunga kpeda media.Selasa 30/06/2026

Informasi lainnya ada dugaan tebang pilih, ada peserta yang jarang ikut latihan, dan memiliki ketingian badan jau di bawa bunga itu di loloskan, pengakuan Bunga pada kakaknya

Kejanggalan semakin mengemuka setelah salah seorang anggota tim seleksi, Laduni, mengakui dalam unggahan di grup Facebook bahwa peserta tersebut sebenarnya memenuhi hampir seluruh aspek penilaian.

"Memang yang bersangkutan secara fisik bagus, face juga masuk, PBB juga masuk dan TIU-TWK juga lulus. Anak ibu juga sudah masuk daftar calon Paskibraka Kabupaten Pulau Morotai. Namun pada saat rapat akhir penentuan hasil kelulusan, saya sendiri yang memberatkan anak ibu untuk lolos dengan alasan saat melaksanakan seleksi datang dengan kondisi tubuh yang kurang fit alias kurang sehat," tulisnya, di salasatu Grup Publik Info Morotai di akun Fesbook

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan serius mengenai mekanisme pengambilan keputusan dalam rapat akhir. Pasalnya, peserta yang diakui memenuhi syarat administrasi, kemampuan fisik, baris-berbaris, hingga tes wawasan kebangsaan dan intelegensi justru dinyatakan tidak lulus dengan alasan kondisi kesehatan yang disebut terjadi saat proses seleksi.

Kaka bunga menilai alasan tersebut tidak sejalan dengan fakta bahwa adiknya hanya beberapa kali izin berobat, kemudian kembali mengikuti latihan setelah dinyatakan sehat, 

"Kalau memang semua indikator sudah memenuhi syarat, kenapa baru digugurkan di rapat akhir? Dasar penilaiannya apa? Kami hanya ingin ada penjelasan yang terbuka," katanya.

Upaya konfirmasi kepada salah seorang anggota tim seleksi lainnya, Ira, tidak memperoleh penjelasan substantif. Melalui pesan WhatsApp, ia menyatakan tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan kepada media.

"Mohon maaf pak, izin menyampaikan terkait hal ini kami tidak punya hak untuk mengonfirmasi karena kami punya pimpinan. Silakan dikonfirmasi ke pimpinan kami," tulis Ira. Selasa 30/06/2026

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kesbangpol Pulau Morotai selaku penanggung jawab pelaksanaan seleksi belum memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencoretan peserta pada rapat akhir maupun mekanisme penetapan hasil kelulusan. Wartawan telah mendatangi Kantor Kesbangpol untuk meminta konfirmasi, namun kepala badan tidak berada di tempat, media ini akan selalu berusaha mencari keterangan ke Kesbangpol, untuk berita imbangan

Kasus ini memunculkan desakan agar Kesbangpol membuka secara transparan hasil penilaian setiap peserta serta dasar keputusan rapat akhir. Transparansi dinilai penting untuk menghindari dugaan tebang pilih dan menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi Paskibraka yang seharusnya menjunjung objektivitas, profesionalisme, dan akuntabilitas.

(Reporter:sutan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama