Indonesia24jam.my.id//Morotai-Sikap Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, yang tidak menemui massa aksi dari Aliansi Rakyat Tertindas (ARIT) memicu kekecewaan demonstran hingga berujung pada pemboikotan jalan utama menuju pasar CBD dan lokasi karisma Even Nusantara, pemboikotan tersebut digelar pada Rabu (28/10/2026)
Pasalnya pemboikotan aliansi rakyat tertindas berdampak pada aktivitas masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan pasar. Aksi ini merupakan bentuk protes ARIT terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian konkret dari pemerintah daerah.
Koordinator aksi, Alex, menegaskan Bupati Rusli Sibua tidak seharusnya mengabaikan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui demonstrasi.
“Bupati harus berani menemui massa aksi dan memberikan jawaban atas persoalan yang kami suarakan. Jangan sampai rakyat terus menunggu tanpa kepastian,” tegas Alex.
Sementara itu aksi yang bertajuk “98 Tahun Sumpah Pemuda: Pemerintah Berpesta, Rakyat Menderita”, ARIT menyampaikan 13 tuntutan, di antaranya penyelesaian sengketa lahan masyarakat dengan TNI AU, penolakan tambang pasir besi, pemenuhan fasilitas pendidikan, perlindungan nelayan, serta penghentian pengambilan pasir di Pantai Sagolo.
Meski demikian Aliansi rakyat tertindas menilai persoalan tersebut membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar janji. Mereka mendesak pemerintah daerah membuka ruang dialog dan memberikan kepastian penyelesaian atas tuntutan masyarakat.
Di sisi lain, kekesalan juga datang dari pengendara dan masyarakat yang terdampak pemboikotan jalan utama Pasar CBD. Salah satu pengendara yang diwawancarai media ini mengaku kecewa karena aktivitas mereka terganggu, sementara tuntutan massa aksi belum mendapat respons langsung dari kepala daerah.
“Ini bagaimana kong, dong demo so di jalan, pemerintah so di mana samua? Akhirnya torang yang tidak ada hubungan dengan persoalan ini ikut jadi korban, padahal mahasiswa juga sedang memperjuangkan kepentingan masyarakat,” keluh salah satu pengendara.
Situasi ini semakin menyita perhatian publik terkait sikap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam merespons aksi demonstrasi. Ketika ruang dialog belum terbangun, masyarakat umum justru ikut menanggung dampak pemboikotan.
Hingga berita ini diterbitkan, tanggapan resmi Bupati Rusli Sibua terkait aksi dan tuntutan ARIT belum diperoleh.(fhm)
Tags:
Daera