Indonesia24jam.my.id//Morotai – Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, mengusulkan kepada Pemerintah Daerah agar menyelenggarakan kegiatan Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu di kawasan Central Business District (CBD) sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang pasar, khususnya penjual sembako, sayur, rica, tomat, dan kebutuhan dapur lainnya.
Menurut Naswin, saat ini semakin banyak pedagang sembako yang berjualan di sepanjang ruas jalan raya. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada menurunnya jumlah pembeli yang datang ke Pasar CBD karena masyarakat lebih memilih berbelanja di pinggir jalan.
"Fenomena ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Pedagang di Pasar CBD harus diberikan ruang agar usahanya kembali bergairah. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membuat kegiatan Car Free Day setiap hari Minggu di kawasan CBD," ujar Naswin.
Politisi asal Desa Daeo itu menjelaskan, konsep CFD yang diusulkannya dapat mengadopsi pelaksanaan di kawasan Taman Nukila, Kota Ternate. Dalam konsep tersebut, ruas jalan mulai dari depan Masjid Raya hingga depan Toko Mr. D.I.Y ditutup sementara bagi kendaraan bermotor, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIT. Selama waktu tersebut, jalan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pesepeda yang beraktivitas olahraga.
Menurutnya, minat masyarakat Morotai untuk berolahraga saat ini terus meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang rutin berjalan kaki maupun berlari pada pagi dan sore hari, terutama saat akhir pekan.
"Saya yakin kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pedagang di Pasar CBD. Orang yang datang berolahraga biasanya membawa uang untuk membeli makanan, minuman, atau kebutuhan lainnya setelah selesai beraktivitas. Minimal mereka membawa Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Dengan begitu, hari Minggu bisa menjadi hari pasar yang mampu meningkatkan pendapatan para pedagang," katanya.
Naswin mengaku usulan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Ia mengatakan telah beberapa kali berdiskusi dengan warga yang rutin berolahraga, dan sebagian besar mendukung gagasan tersebut.
"Mereka sependapat bahwa Morotai membutuhkan kegiatan seperti ini agar suasana kota lebih hidup, ramai, dan menjadi ruang interaksi masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Naswin menegaskan bahwa pelaksanaan Car Free Day tidak harus membebani anggaran daerah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai cukup menerbitkan surat edaran atau kebijakan yang mengatur pelaksanaan kegiatan setiap hari Minggu, dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di wilayah ibu kota Kecamatan Morotai Selatan.
"Pemda tidak perlu mengeluarkan anggaran besar. Cukup membuat kebijakan melalui surat edaran. Bahkan saya yakin pemerintah justru bisa memperoleh tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena lapak-lapak di kawasan CBD dapat disewakan kepada pelaku UMKM yang ingin berjualan kopi, makanan, minuman, maupun produk lainnya," jelasnya.
Ia juga menilai fasilitas panggung permanen yang telah tersedia di kawasan CBD dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga masyarakat, seperti senam zumba, aerobik, maupun hiburan ringan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.
"Kalau kawasan CBD ramai setiap Minggu, pedagang di pasar akan ikut merasakan manfaatnya, UMKM tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, dan daerah juga berpotensi memperoleh tambahan PAD. Ini solusi yang menurut saya layak dipertimbangkan oleh pemerintah daerah," tutup Naswin.
reporter:Korwil radarnusantara
Editor:fhattahillamahasari