Indonesia24jam.my id//Morotai Selatan barat_Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pulau Morotai mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Kondisi tersebut dirasakan langsung para petani sawah di Desa Tiley yang kini harus menghadapi lahan pertanian yang mengalami kekeringan hingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk musim tanam.
Pada 26 Agustus 2026, para petani melaporkan kondisi lahan persawahan yang sebelumnya menjadi sumber produksi kini mengalami kekeringan. Minimnya pasokan air membuat petani khawatir tidak dapat melakukan penanaman padi sesuai musimnya.
Nurdin Nuhun, Ketua Kelompok Tani BPK Sawah Desa Tiley, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, khususnya Dinas Pertanian.
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan, tetapi perlu turun langsung melihat kondisi lahan dan mencari solusi konkret bagi petani.
“Kami sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah dan Dinas Pertanian. Kalau bisa, turun langsung melihat kondisi lahan kami. Sawah ini menjadi salah satu tumpuan hidup kami selain melaut. Kalau terus dibiarkan kering, kami tidak bisa berbuat banyak,” tegas Nurdin.
Ia mengatakan, petani pada dasarnya tetap memiliki semangat untuk mengolah dan menanam padi. Namun, tanpa ketersediaan air, lahan pertanian tidak mungkin dapat berproduksi secara maksimal.
Nurdin berharap pemerintah dapat menyiapkan alternatif pasokan air, baik melalui pompanisasi, penyediaan sarana pengairan maupun langkah teknis lainnya yang dapat membantu petani menghadapi kemarau panjang.
“Kami siap bekerja dan mengolah lahan kembali. Yang kami butuhkan adalah air dan dukungan pemerintah. Jangan sampai petani sudah siap menanam, tetapi lahannya tidak bisa digunakan karena tidak ada pasokan air,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan para petani lainnya. Mereka menilai persoalan kekeringan sawah tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut keberlangsungan produksi pangan dan pendapatan keluarga petani.
Para petani meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Pemerintah Provinsi Maluku Utara hingga pemerintah pusat agar tidak menunggu kondisi semakin parah. Mereka berharap ada langkah cepat berupa bantuan sarana pengairan, pompa air atau solusi lain yang memungkinkan sawah kembali mendapatkan pasokan air.
“Kami bukan tidak mau bekerja. Kami mau bertani dan mau menanam, tetapi kalau air tidak ada, bagaimana kami bisa produksi? Kami berharap pemerintah hadir dengan solusi, bukan hanya datang melihat setelah gagal panen,” tegas salah seorang petani.
Menurut petani, kondisi tersebut juga menjadi kekhawatiran tersendiri karena jika kekeringan berlangsung panjang, bukan hanya musim tanam yang terancam, tetapi juga kebutuhan ekonomi keluarga petani yang selama ini bergantung pada hasil pertanian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai maupun Dinas Pertanian terkait langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi kekeringan lahan persawahan di Desa Tiley.
Reporter_fh
Editor: redaksi
Tags:
Peristiwa