Breaking News
Indonesi24jam. my. id - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Belum Beri Penjelasan, Marwan Sidasi Dinilai Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal ADD 88 Desa yang belum dibayar


Indonesia24jam.my.id//Morotai – Keterlambatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) bulan Desember Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pulau Morotai kembali menjadi sorotan. Hingga Jumat, 22 Mei 2026, sebanyak 88 desa dikabarkan belum menerima transfer ADD yang menjadi hak pemerintah desa untuk membiayai operasional pemerintahan serta pembayaran penghasilan tetap (Siltap) kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan aparatur desa lainnya.

Persoalan tersebut semakin menyita perhatian publik setelah upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pulau Morotai, Marwan Sidasi, sejak 23–24 Mei 2026. Namun, hingga Sabtu, 1 Agustus 2026, Marwan Sidasi belum memberikan tanggapan resmi terkait penyebab keterlambatan maupun kepastian waktu pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Desember 2025 yang dipertanyakan awak media.

Sejumlah kepala desa mengaku hingga kini masih mempertanyakan realisasi ADD Desember 2025 yang belum masuk ke rekening desa masing-masing. Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap pembayaran hak perangkat desa dan kelangsungan roda pemerintahan di tingkat desa.

Salah seorang kepala desa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan keterlambatan pencairan ADD telah menjadi keluhan hampir seluruh kepala desa di Kabupaten Pulau Morotai.

"Dari penjelasan yang kami terima, pemerintah daerah melalui Dinas Keuangan menyampaikan bahwa pencairan masih menunggu Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah provinsi. Namun sampai sekarang kami belum mendapat kepastian kapan ADD bulan Desember 2025 akan dibayarkan," ujarnya.

Menurutnya, alasan tersebut menimbulkan tanda tanya karena pembayaran penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa bersumber dari Alokasi Dana Desa yang telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten.

"Siltap kepala desa, perangkat desa, BPD dan aparatur desa dibiayai melalui ADD yang bersumber dari APBD. Jadi kami juga mempertanyakan mengapa harus menunggu DBH terlebih dahulu," katanya.

Ia menambahkan, keterlambatan pencairan ADD mulai berdampak terhadap stabilitas pemerintahan desa. Di sejumlah desa, beberapa perangkat desa dikabarkan memilih mengundurkan diri karena hak mereka belum dibayarkan.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan ketentuan mengenai penghasilan tetap perangkat desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa.

"Karena gaji belum dibayarkan dan kondisi ekonomi semakin sulit, ada perangkat desa yang memilih mengundurkan diri. Sampai sekarang mereka masih menanyakan hak untuk bulan Desember 2025," ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah desa pada prinsipnya tidak ingin menunda pembayaran hak perangkat desa maupun anggota BPD. Namun, selama ADD belum ditransfer ke rekening desa, pemerintah desa tidak memiliki dasar untuk melakukan pembayaran.

"Kalau ADD Desember sudah masuk, tentu kami akan segera membayar seluruh hak perangkat desa, termasuk yang sudah mengundurkan diri, anggota BPD maupun aparatur desa lainnya," tegasnya.

Para kepala desa berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai segera memberikan kepastian terkait pencairan ADD yang tertunda. Mereka menilai keterlambatan yang telah berlangsung hingga memasuki pertengahan tahun 2026 berpotensi mengganggu pelayanan pemerintahan di desa.

"Kami meminta pemerintah daerah segera merealisasikan ADD bulan Desember 2025 karena menyangkut hak banyak orang dan keberlangsungan pelayanan pemerintahan desa," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BKAD Pulau Morotai, Marwan Sidasi, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan pencairan ADD Desember 2025 maupun jadwal realisasinya, meski telah diupayakan konfirmasi oleh awak media.

reporter:Korwil radarnusantara
_Edito: fhattahillamahasari 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama